Olahraga

Wajib Tahu, Berikut Bahaya Bersepeda Dengan Masker

 

Pandemi Covid19 membuat semua orang melakukan perubahan gaya hidup, salah satunya penggunaan masker. Untuk mencegah penularan virus Corona, masker merupakan hal wajib yang harus digunakan ketika berada di luar rumah seperti di kendaraan umum, olahraga, atau bersepeda. Berbicara tentang bersepeda, ada sebagian orang yang bertanya tanya apakah memakai masker saat olahraga efektif? Apakah bahaya bersepeda dengan masker? Untuk itu, yuk cek jawabannya disini.

Bersepeda dan Kaitannya Dengan Penggunaan Masker

Untuk mencegah penularan virus Corona agar tidak semakin meluas, di berbagai daerah diimbau untuk selalu mengenakan masker serta rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Di Indonesia sendiri, setiap hari kasus penularan Covid19 semakin bertambah bahkan meningkat dengan cepat. Lantas, apakah kondisi tersebut membuat penggiat olahraga harus menghentikan aktivitasnya? Tentu saja tidak. Sebab, olahraga yang dilakukan secara rutin bisa membantu tubuh agar tetap sehat.

Namun belum lama ini, ada berita tentang seorang pesepeda yang meninggal saat melakukan olahraga. Dimana berita tersebut membuat sebagian orang merasa bingung saat berolahraga, terutama yang berkaitan dengan penggunaan masker saat berolahraga serta bahaya bersepeda dengan masker. Perlu diketahui, ketika olahraga maka akan membuat tubuh membutuhkan oksigen lebih banyak. Semakin intensif olahraga, maka semakin banyak pula kebutuhan oksigen.

Hingga kemudian banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui dampak penggunaan masker ini pada saat berolahraga. Psikolog dan juga profesor di School of Health Sciences pada Central Michigan Univercity yang bernama Lana V Ivanitskaya, menyatakan bahwa penggunaan masker ketika berolahraga bisa menyebabkan masalah berbahaya untuk kesehatan dan tidak banyak orang yang menyadari hal tersebut.

Dari penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pemakaian masker ketika olahraga, bisa menyebabkan seseorang menjadi sulit bernapas. Hal ini dikarenakan oksigen yang diambil akan terhambat masker yang digunakan. Hal ini akan semakin berisiko jika orang tersebut sudah memiliki riwayat penyakit paru paru ataupun jantung. Dengan demikian, risiko dari bahaya bersepeda dengan masker menjadi lebih tinggi.

Tidak hanya itu, olahraga ringan seperti bersepeda juga bisa menyebabkan keluarnya keringat sehingga masker menjadi basah. Dilansir dari situs Parents, penggunaan masker basah ternyata sangat tidak nyaman dan bisa mengakibatkan sekresi pada hidung. Selain tidak nyaman, masker yang telah basah juga dinilai tidak efektif dalam mencegah penularan dan penyebaran virus Corona penyebab pandemi Covid19.

Bahaya Menghirup Karbon Dioksida

Ketika berolahraga, maka tubuh akan membutuhkan banyak oksigen dan melepas banyak karbon dioksida. Penggunaan masker pada saat berolahraga seperti berlari atau bersepeda, ternyata rentan menyebabkan keracunan karbon dioksida. Hal ini dikarenakan tubuh akan menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Ketika menggunakan masker saat berolahraga, pastinya bisa membuat pernapasan menjadi terhambat karena tidak bisa menghirup oksigen dengan baik.

Bahkan tidak menutup kemungkinan jika saat berolahraga dan mengenakan masker, bisa menyebabkan seseorang kembali menghirup karbon dioksida menuju sistem pernapasan. Adanya jumlah karbon dioksida yang berlebih, bisa meningkatkan risiko terjadi keracunan karbon dioksida sehingga menyebabkan asidosis di dalam tubuh. Sampai sini, sudah terlihat sangat jelas bukan bahaya bersepeda dengan masker?

Ketika seseorang keracunan karbon dioksida, maka akan timbul gejala seperti mual, sakit kepala, pusing, dan juga detak jantung menjadi lemah. Pada keadaan yang lebih parah, keracunan karbon dioksida ini bisa menyebabkan kejang, koma, hingga kematian. Jika mengalami beberapa gejala tersebut setelah melakukan olahraga, maka ada baiknya segera melakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat.

Tips Bersepeda yang Aman di Tengah Pandemi

Salah satu cara untuk tidak mudah tertular virus Corona adalah dengan memiliki daya tahan tubuh yang bagus. Untuk mendapatkan tubuh yang prima ini, maka harus rutin berolahraga si masa pandemi. Entah itu olahraga ringan seperti berlari atau bersepeda, atau melakukan olahraga berat. Namun dalam berolahraga ini, tidak boleh sembarangan. Ada beberapa tips yang bisa diterapkan agar tetap aman saat berolahraga atau bersepeda di tengah pandemi.

Ketika berolahraga, maka ada baiknya hindari secara kelompok atau berkerumun. Jika ingin bersepeda atau lari, sebaiknya lakukan secara mandiri. Sebab semakin sedikit kerumunan, akan semakin kecil pula peluang penyebaran virus Corona. Selain itu, jangan lupa memilih rute olahraga yang sepi guna menghindari kerumunan orang. Dengan begitu, Anda tidak perlu masker dan terbebas dari bahaya bersepeda dengan masker.

Meskipun terdengar sepele, namun jangan lupa menggunakan perlengkapan bersepeda seperti helm, penutup tempurung kaki, dan juga sarung tangan. Hal ini bertujuan untuk melindungi diri ketika terjadi suatu hal di jalan, seperti terjatuh ataupun tidak sengaja terserempet mobil. Bila diperlukan Anda juga bisa menggunakan jersey sepeda custom, dimana baju ini sudah didesain sedemikian rupa sehingga nyaman digunakan untuk bersepeda.

Olahraga seperti lari atau bersepeda memang bisa dilakukan dengan mandiri, namun terkadang akan terasa sepi dan kurang mengasyikkan. Jika Anda termasuk orang yang tidak suka dengan suasana sepi, maka bisa mengajak seorang teman atau keluarga untuk olahraga bersama. Namun ingat, usahakan untuk menjaga jarak sesuai yang telah disarankan yakni setidaknya 2 meter. Dimana hal ini selain untuk mencegah penularan virus Corona, juga baik untuk menghindari adanya tabrakan.

Selain itu, juga hindari bersepeda segaris lurus dengan orang lain. Selain untuk menjalankan protokol kesehatan selama pandemi Covid19, bersepeda segaris lurus juga rentan terhadap kecelakaan dan mengganggu kendaraan lain untuk lewat. Jangan lupa, selalu bawa masker ketika bersepeda dengan teman atau melewati jalan yang lumayan ramai. Namun cara satu ini akan dibayangi oleh bahaya bersepeda dengan masker, yakni keracunan karbon dioksida.

Jika Anda memang ingin bersepeda namun tidak ingin mengenakan masker, maka ada baiknya bersepeda sendiri dan di tempat yang sepi. Mungkin bisa di sekitar kompleks perumahan ketika hari masih pagi. Namun tidak ada salahnya jika Anda melakukan olahraga ringan di dalam rumah, sehingga tak perlu repot repot mengenakan masker dan bisa terhindar dari keracunan karbon dioksida.

Bersepeda merupakan olahraga yang seru untuk dilakukan. Selain memberikan manfaat untuk kesehatan tubuh, ketika bersepeda juga bisa menikmati pemandangan di sekitar sehingga pikiran menjadi lebih rileks. Namun di masa pandemi Covid19, akan lebih bijak jika memilih olahraga ringan yang tidak mengharuskan keluar rumah dan mengenakan masker saat berolahraga. Pasalnya penggunaan masker ini bisa menghambat keluarnya karbon dioksida yang tidak baik untuk tubuh.

Olahraga

Teknik Dasar Pada Permainan Bola Voli

Permainan bola voli merupakan sebuah permainan yang pertama kali diciptakan oleh William G. Morgan. Pada awalnya permainan ini bernama minitonette yang seiring perkembangannya kini dikenal dengan permainan bola voli. Permainan bola voli ini bisa dimainkan di lapangan indoor atau outdoor. Ukuran lapangan yang digunakan ini dengan panjang 18 meter dan lebarnya 9 meter. Ukuran net putra dengan tinggi 2,43 meter dan untuk putri 2,24 meter.

Permainan bola voli ini termasuk permainan yang sangat sulit dilakukan ketika dimainkan oleh orang awam atau baru belajar dan berlatih. Selain itu pertama kali berlatih maka anda harus menahan sakit ketika melakukan pukulan atau menerima bola. Anda harus berlatih teknik dasar bola voli agar bisa memainkan permainan ini dengan baik dan indah. Agar anda bisa menjadi seorang pemain profesional maka harus menguasai teknik dengan baik.

Teknik dasar bola voli ini sudah terbagi menjadi 4, mulai dari service, passing, spike atau smash, dan block. Semua teknik ini harus anda kuasai ketika ingin menjadi seorang pemain voli yang bagus. Kemudian teknik ini akan lebih menonjok ketika sesuai dengan posisi permainan, contohnya anda bermain sebagai toser maka anda akan lebih mahir dalam memberikan umpan untuk smash.

Teknik dasar pada permainan bola voli

  1. Teknik dasar service yaitu sebuah pukulan yang dilakukan di luar garis belakang  melewati net dan jatuh pada daerah lawan. Pukulan servis ini akan dilakukan ketika terjadi pelanggaran atau pertambahan poin.
  2. Teknik dasar passing merupakan teknik yang bertujuan untuk menerima bola, menahan dan mengendalikan pukulan service dari permain lawan. Passing sendiri dibagi menjadi dua yaitu passing atas dan passing bawah.
  3. Teknik smash merupakan sebuah gerakan melompat dan memukul bola dengan kekuatan besar dan mengarah ke daerah pertahanan lawan guna mematikan lawan dan mendapatkan poin. Teknik ini menjadi salah satu teknik yang sangat populer untuk dipelajari.
  4. Teknik blocking merupakan teknik yang memiliki tujuan untuk mencegah dan menahan serangan smash yang dilancarkan oleh pihak tim lawan. Cara melakukan teknik ini susah susah gampang. Tinggal anda pintar membaca situasi kapan musuh akan melakukan smash atau tipuan sehingga anda siap melompat untuk melakukan blocking.

Demikianlah penjelasan mengenai teknik dasar bola voli yang harus anda kuasai ketika ingin menjadi pemain profesional. Semoga dengan adanya penjelasan ini bisa menambah pengetahuan anda tentang teknik-teknik dasar yang ada pada permainan bola voli.