Umum

Akibat Kejang Pada Anak 1 Tahun

 

Kejang pada anak adalah suatu kondisi yang seringkali membuat orang tua panik. Namun, penyebutan pada kejang demam lah yang dimaksudkan lebih .menjurus ke arah step. Maka dari itu bunda harus tahu akibat step pada anak usia 1 tahunan. Berikut ini ada beberapa akibat kejang pada anak 1 tahun.

Tubuh Anak Menjadi Kaku

Ayah bunda, anda perlu perhatikan bagaimana gejala kemunculan kejang pada anak yang berusia 1 tahun. Di mana akibat dari adanya kejang pada anak usia segitu sering kali anda akan menjumpai bahwa tubuhnya berubah menjadi kaku.

Memang benar demikian, namun anda juga perlu ketahui bahwa anak 1 tahun yang mengalami kejang juga bisa disaksikan pada tampilan tubuhnya yang menjadi berkeringat. Maka dari itu, segera konsultasikan ke dokter.

Gangguan Pernapasan

Akibat dari adanya kejang demam atau step pada tubuh anak bukan hanya diketahui dari tubuh yang kaku saja, tetapi pada gangguan pernapasannya juga dapat anda lihat seperti apa.

Anak yang mengalami gangguan kejang demam juga mempengaruhi terjadinya gangguan pernapasan. Apa lagi jika mengingat anak belum bisa mengontrol segala pernapasannya, ini akan sangat berbahaya.

Perubahan Warna Kulit

Akibat dari adanya kejang demam yang lain adalah memungkinkan adanya perubahan tampilan secara fisik. Tampilan fisik khususnya pada warna kulit yang berubah. Dapat anda ketahui tampilan kulitnya berubah menjadi kecoklatan.

Ini merupakan suatu tanda dari adanya muncul penyakit kejang atau step, yakni perubahan warna kulit. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika beberapa kasus step atau kejang akan muncul busa dari mulut.

Keluar Busa dari Mulut

Ketika anak mengalami suatu kondisi yang disebut sebagai kejang, mungkin beberapa orang akan memberikan masukan untuk anak anda supaya diberi obat yang mengandung aspirin.

Namun, tahukah anda bahwa aspirin itu ternyata tidak dianjurkan untuk diberikan apalagi saat kondisi anak sedang kejang. Hal ini karena dengan memberikannya aspirin justru sangat berisiko pada keselamatan jiwanya.

Untuk lebih amannya, lebih baik anda membawa anak ke dokter untuk ditangani lebih lanjut.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *